Archive for December, 2007

27
Dec
07

Apa itu ASME

Kode ASME Seksi VIII

Kode ASME Seksi VIII dibagi menjadi 3 Divisi, yaitu : Divisi 1, Divisi 2, dan Divisi 3. Divisi 1 merupakan divisi yang paling umum digunakan oleh karena persyaratan didalamnya cukup untuk memenuhi aplikasi kebanyakan bejana tekan yang ada.

Tujuan utama dari peraturan yang ada pada kode ASME adalah menentukan persyaratan minimum yang diperlukan bagi konstruksi dan pengoperasian bejana tekan yang aman. Namun persyaratan didalamnya tidak mencakup seluruh detil disain yang diperlukan, sehingga persyaratan keteknikan lain yang sesuai dengan aplikasi bejana tekan yang ada dapat diambil sebagai persyaratan tambahan pada kode ASME.

Untuk lebih jelas silahkan baca http://www.box.net/shared/nojx1jvcc4

26
Dec
07

Fungsi Katup

FLEXIBLE CONECTION             : Peredam terhadap getaran mesin/motor pada instalasi pipa.

GATE VALVE                               : Katup denga dengan sudut putaran 360 derajat.

BUTTERFLY VALVE                   : Katup pengatur tahapan tekanan air pada pipa.

CHECK VALVE                            : Katup penahan arus balik.

BALANCING VALVE                 : Katup keseimbangan arus yang masuk dengan yang keluar.

AIR VENT                                    : Pembuangan udara palsu.

THERMOMETER                       : Pengukur terhadap suhu air yang mengalir.

PRESSURE GAUGE                  : Pengukur tekanan air pada pipa.

FLOW METER                            : Pengukur aliran fluida pada pipa.

FLOW SWICTH                           : Penghubung kontak terhadap arus fluida yang mengalir ke instalasi pipa.

THREE WAY MOTORIZED       : Pembagi aliran fluida tiga arah bekerja secara outomatic.

TWO WAY MOTORIZED          : Pembagi aliran fluida dua arah bekerja secara automatic.

GLOBE VALVE                              : Katup dengan sudut putaran 90 derajat.

CLEAN VALVE                              : Katup kontrol bila terjadi sumbatan.

FLOOR DRAIN                              : Air buangan /bekas mandi.

U-TRAP                                       : Pipa keluar dari wastafel [dibawah wastafel]/wadah untuk menahan fluida agar tidak langsungkeluar,

                                                       tapi tersumbat pungsinya untuk menghalangi udara tak sedap.

VENT                                           : Ventilasi udara pada supaya mempelancar fluida yang masuk.

21
Dec
07

Piping Tutorial

Definition of Piping

Pipe is a pressure tight cylinder used to convey a fluid or to transmit a fluid pressure, ordinarily designated pipe in applicable material specifications. Materials designated tube or tubing in the specifications are treated as pipe when intended for pressure service.

Piping is an assembly of piping components used to convey, distribute, mix, separate, discharge, meter, control or snub fluid flows. Piping also includes pipe-supporting elements but does not include support structures, such as building frames, bents, foundations, or any equipment excluded from Code definitions.

Piping components are mechanical elements suitable for joining or assembly into pressure-tight fluid-containing piping systems. Components include pipe, tubing, fittings, flanges, gaskets, bolting, valves and devices such as expansion joints, flexible joints, pressure hoses, traps, strainers, in-line portions of instruments and separators.

Piping is typically round. Lebih lanjut klik piping-tutorial.pdf

21
Dec
07

Dari Mana Datangnya Minyak Bumi

Bagaimana terjadinya minyak dan gas bumi ?

Ada tiga faktor utama dalam pembentukan minyak dan/atau gas bumi, yaitu: Pertama, ada “bebatuan asal” (source rock) yang secara geologis memungkinkan terjadinya pembentukan minyak dan gas bumi. Kedua, adanya perpindahan (migrasi) hidrokarbon dari bebatuan asal menuju ke “bebatuan reservoir” (reservoir rock), umumnya sandstone atau limestone yang berpori-pori (porous) dan ukurannya cukup untuk menampung hidrokarbon tersebut. Ketiga, adanya jebakan (entrapment) geologis. Struktur geologis kulit bumi yang tidak teratur bentuknya, akibat pergerakan dari bumi sendiri (misalnya gempa bumi dan erupsi gunung api) dan erosi oleh air dan angin secara terus menerus, dapat menciptakan suatu “ruangan” bawah tanah yang menjadi jebakan hidrokarbon. Kalau jebakan ini dilingkupi oleh lapisan yang impermeable, maka hidrokarbon tadi akan diam di tempat dan tidak bisa bergerak kemana-mana lagi.

Temperatur bawah tanah, yang semakin dalam semakin tinggi, merupakan faktor penting lainnya dalam pembentukan hidrokarbon. Hidrokarbon jarang terbentuk pada temperatur kurang dari 65oC dan umumnya terurai pada suhu di atas 260oC. Hidrokarbon kebanyakan ditemukan pada suhu moderat, dari 107 ke 177oC.

For more detail please click http://www.box.net/shared/mfueohyo04




Kepala Terminal

Semua Isi di Salin, Sadur dan Penambahan dari berbagai sumber